Author name: SMA Santo

Berita

Pentas Seni Putri Nuban

Perjalanan menuju Lampung dimulai sejak pagi buta, bahkan sebelum matahari terbit. Suasana sekolah sudah dipenuhi siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang bersiap mengikuti perjalanan. Raut wajah penuh semangat terlihat di mana-mana. Ada yang sudah tidak sabar bertemu kembali dengan teman-teman di Lampung, sementara ada juga yang baru pertama kali mengikuti perjalanan ini. Meskipun perjalanan yang akan ditempuh cukup jauh, semangat seluruh peserta tetap tinggi. Tidak lama kemudian, bus mulai meninggalkan sekolah. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam bus dipenuhi canda tawa. Obrolan, nyanyian, dan berbagai cerita membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.  Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal. Hamparan laut yang luas dan angin sepoi-sepoi membuat rasa lelah seakan hilang. Sebagian peserta memilih menikmati pemandangan dari dek kapal, sedangkan yang lain mengobrol atau berfoto bersama.  Beberapa jam kemudian, rombongan akhirnya tiba di Sekolah Yos Sudarso Metro, Lampung. Kedatangan disambut dengan sangat meriah melalui penampilan drumband, nyanyian, dan tepuk tangan. Suasana hangat langsung terasa ketika para peserta bertemu kembali dengan teman-teman dari Lampung. Banyak yang saling menyapa, berjabat tangan, bahkan berpelukan setelah sekian lama tidak bertemu. Setelah acara penyambutan selesai, seluruh peserta diarahkan menuju tempat menginap masing-masing untuk meletakkan barang dan beristirahat sejenak. Walaupun perjalanan cukup melelahkan, rasa senang karena telah sampai di tujuan membuat semangat tetap terjaga untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Menjelang sore, seluruh siswa, guru, Romo, dan Bruder dari lima Sekolah Dehonian mengikuti misa bersama. Misa berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur atas perjalanan yang berjalan lancar. Melalui perayaan Ekaristi tersebut, seluruh peserta juga memohon agar rangkaian Pentas Seni dapat berlangsung dengan baik dan membawa sukacita bagi semua. Pada malam hari diadakan acara kebersamaan yang berlangsung dengan suasana santai dan penuh keceriaan. Berbagai permainan, nyanyian, serta cerita membuat hubungan antarpeserta menjadi semakin akrab meskipun berasal dari sekolah yang berbeda. Hari pertama pun ditutup dengan penuh kebahagiaan sebagai persiapan untuk kegiatan pada hari berikutnya. Keesokan paginya, seluruh peserta mengikuti gladi bersih sebagai persiapan terakhir sebelum pementasan. Setiap penampilan kembali dilatih, mulai dari gerakan, lagu, dialog, hingga perpindahan panggung. Walaupun latihan berlangsung cukup melelahkan, semua tetap berusaha memberikan penampilan terbaik Menjelang sore, suasana di belakang panggung mulai sibuk. Para penampil mengenakan kostum, merapikan riasan, dan menyiapkan perlengkapan masing-masing. Rasa gugup mulai muncul, tetapi semangat untuk memberikan penampilan terbaik tetap terlihat dari setiap peserta. Tidak lama kemudian, acara resmi dimulai. Aula dipenuhi tamu undangan, Romo, Bruder, Suster, guru, orang tua, dan para siswa. Acara dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars YPKLD, dan doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan, Bruder Petrus Triantara, SCJ. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh keluarga besar Dehonian untuk terus hidup dalam semangat kasih dan kepedulian terhadap sesama. Setelah itu ditayangkan video sinematik dari Yos Sudarso Metro yang mengangkat tema Compassion, sesuai dengan tema besar Pentas Seni tahun ini.   Berbagai penampilan kemudian dipersembahkan secara bergantian. Mulai dari ansambel musik, paduan suara, seni pencak silat, angklung, tari tradisional, parade ekstrakurikuler, hingga penampilan spesial dari bintang tamu, Mattew. Setiap penampilan mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan dari para penonton karena berhasil menghibur sekaligus menunjukkan kreativitas para peserta. Puncak acara malam itu adalah drama musikal berjudul Putri Nuban. Drama diawali dengan suasana kerajaan yang damai dan indah. Putri Nuban hadir diiringi musik tradisional Talo Balak dan tarian yang menggambarkan keindahan alam Lampung. Bersama sang Raja, Putri Nuban menyampaikan pesan bahwa alam merupakan anugerah yang harus dijaga oleh semua orang. Cerita kemudian beralih ke suasana pasar yang ramai. Masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, sementara kedatangan siswa SD Antonius Jakarta untuk studi banding menambah semarak suasana. Dalam keramaian tersebut, Putri Nuban mengajak semua orang untuk saling membantu dan peduli kepada sesama tanpa membedakan siapa pun. Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Kekeringan mulai melanda, sungai mengering, dan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air. Di tengah situasi tersebut muncul orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri sehingga keadaan menjadi semakin sulit. Meski demikian, Putri Nuban tetap berusaha menenangkan rakyat dan memohon kepada Tuhan agar alam kembali memberikan kehidupan. Saat harapan mulai memudar, Putri Nuban menunjukkan ketulusan hati dengan membagikan persediaan makanan dan air terakhir yang dimiliki istana kepada rakyat yang membutuhkan. Walaupun tindakannya sempat diragukan oleh sebagian orang, Putri Nuban tetap memilih mengutamakan kepentingan rakyat daripada dirinya sendiri. Pengorbanan Putri Nuban mencapai puncaknya ketika ia rela menyerahkan dirinya demi menyelamatkan rakyat dan mengembalikan sumber air bagi seluruh kerajaan. Keputusan yang berat itu diambil karena keyakinannya bahwa pengorbanan akan membawa harapan baru bagi banyak orang. Pada akhirnya, pengorbanan Putri Nuban tidak sia-sia. Air kembali mengalir, alam menjadi subur, dan kehidupan masyarakat kembali damai. Raja bersama seluruh rakyat berjanji untuk menjaga alam dan terus hidup dalam semangat kasih serta kepedulian. Drama ditutup dengan tarian kolosal yang melibatkan siswa dari lima Sekolah Dehonian sebagai lambang persatuan dan kebersamaan.Pentas Seni tahun ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menjadi pengalaman yang memberikan banyak pelajaran tentang persahabatan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Perjalanan yang panjang, latihan yang melelahkan, hingga penampilan di atas panggung menjadi rangkaian pengalaman yang berharga dan akan selalu dikenang menumbuhkan semangat untuk terus menerapkan nilai-nilai compassion dalam kehidupan sehari-hari.

Berita, Blog

Kelulusan Peserta Didik SMA Santo Antonius Tahun Pelajaran 2025/2026

Pihak sekolah dengan bangga merilis Surat Keputusan Penetapan Kelulusan beserta Daftar Nama Peserta Didik SMA Santo Antonius Tahun Pelajaran 2025/2026. “Kami ucapkan selamat kepada seluruh peserta didik kelas XII SMA Santo Antonius atas pencapaian sempurna, lulus 100%. Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Teruslah membawa nilai-nilai luhur sekolah dalam setiap langkah kalian.”

Berita, Blog

PASKANI 2026: Harmoni Iman, Kreativitas, dan Semangat Kartini di SMA Santo Antonius

Penulis: Moniqa Aurellya (XE1) Jakarta, 21 April 2026 – Aula SMA Santo Antonius hari ini bertransformasi menjadi pusat sukacita dan semangat membara. Civitas akademika berkumpul untuk merayakan PASKANI 2026, sebuah kolaborasi unik yang menyatukan makna kebangkitan Paskah dengan spirit emansipasi perjuangan R.A. Kartini. Momen istimewa ini mengusung tema “Live in Faith, Shine in Courage”. Melalui tema tersebut, PASKANI tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk merefleksikan nilai-nilai iman sekaligus keberanian dalam berkarya. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.30 WIB ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh siswa. Berbagai kompetisi kreatif dihadirkan untuk menggali potensi dan kepercayaan diri peserta, di antaranya: Suasana semakin kental dengan dekorasi khas Paskah yang estetik. Simbol salib, telur, dan ornamen kelinci menghiasi setiap sudut aula, menciptakan perpaduan nuansa sakral sekaligus ceria. Panitia penyelenggara menegaskan bahwa esensi utama dari PASKANI adalah pembentukan karakter. “Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya sekadar merayakan secara fisik, tetapi benar-benar mampu menginternalisasi makna kebangkitan Kristus dan semangat juang Kartini dalam keseharian mereka,” ujar salah satu perwakilan panitia. Kesan rapi dan solid juga tampak dari kekompakan para peserta yang mengenakan busana bertema monokrom hitam-putih. Hal ini mencerminkan kesungguhan dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. PASKANI 2026 resmi ditutup dengan penuh kegembiraan. Melalui acara ini, SMA Santo Antonius berharap semangat kebersamaan, iman yang teguh, dan keberanian untuk terus berkembang akan tetap menyala di hati setiap siswa. Sampai jumpa di perayaan tahun depan dengan semangat yang lebih membara! See you in the spirit of PASKANI & Jesus Bless.

Berita

Pengumuman Kelulusan 2025-2026

Pengumuman Kelulusan 0Hari 0Jam 0Menit 0Detik PENGUMUMAN KELULUSAN SMA SANTO ANTONIUS JAKARTA Tahun Pelajaran 2025-2026 Lihat Hasil HASIL KELULUSAN PENGUMUMAN SEKOLAH Dilarang melakukan corat-coret baju, konvoi, dan/atau sejenisnya yang mengganggu ketertiban masyarakat. Surat Keterangan Lulus (SKL) yang berisi nilai akan diberikan 1 minggu setelah pengumuman ini. Bagi yang belum melunasi administrasi keuangan, SKL tidak dapat diberikan. Apabila datang ke sekolah, WAJIB menggunakan seragam sekolah untuk mendapatkan pelayanan administrasi sekolah. Selamat atas kelulusan yang dicapai, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, salam LOCORESA

Berita, Blog

Wujudkan Generasi Sehat: SMA Santo Antonius Gelar Medical Check Up di Dehonian Day 2026

Jakarta, 13 Maret 2026 – Hari kedua dalam rangka menyambut Perayaan Dehonian Day 2026, SMA Santo Antonius bekerja sama dengan Apotek ROXY menyelenggarakan kegiatan Medical Check Up (MCU) dan edukasi kesehatan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para pendidik, tenaga kependidikan, siswa-siswi SMP-SMA, hingga orang tua siswa. Registrasi peserta dimulai pukul 07.00, dilanjutkan dengan Doa (Habituasi). Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Romo Fransiskus Edi Setiawan, SCJ, selaku Kepala SMA Santo Antonius. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab diri. Rangkaian kegiatan hari itu dibuka dengan apik oleh penampilan ekstrakurikuler Tari Tradisional SMA yang disusul dengan persembahan Paduan Suara SMP. Edukasi yang Interaktif dan Menghibur Bertempat di aula sekolah, tim dari Apotek ROXY memberikan pemaparan mendalam mengenai Screening Kesehatan (MCU Mini), peran apoteker dalam masyarakat, serta edukasi kesehatan dasar. Tak hanya itu, para siswa mendapatkan perhatian khusus melalui materi edukasi mengenai bahaya merokok serta tips cara mengonsumsi vitamin dan obat yang benar. Suasana semakin meriah dengan penampilan apik dari ekstrakurikuler Modern Dance, Angklung SMA Santo Antonius, dan suara emas penampilan solo vokal siswi SMP. Kehadiran mereka berhasil memberikan atmosfer semangat dan keceriaan bagi seluruh peserta yang hadir di aula. Langkah Nyata Melindungi Diri Saat sesi pemaparan berlangsung di aula, salah satu ruang kelas telah disulap menjadi ruang pemeriksaan medis yang nyaman untuk melayani para peserta secara bergantian. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif serta pembagian doorprize dan setelah itu doa penutup. Melalui inisiatif ini, SMA Santo Antonius dan Apotek ROXY berharap seluruh komunitas sekolah semakin sadar akan pentingnya deteksi dini untuk melindungi diri dari berbagai risiko penyakit.

Berita, Blog

“Eratkan Persaudaraan Lewat Game: Turnamen Mobile Legends SMA Santo Antonius.”

Jakarta, 12 Maret 2026 – Hari pertama dalam rangka menyambut Perayaan Dehonian Day 2026, SMA Santo Antonius menyelenggarakan Turnamen Mobile Legends. Turnamen ini diikuti dengan antusias oleh beberapa SMP Negeri maupun SMP Swasta seperti SMPN 62, SMPN 26, SMPN 36, SMP Budaya, SMP PSKD 1 dan SMP Santo Antonius sendiri. Acara dimulai dengan sesi Habituasi di aula. Momen ini menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk merenungkan nilai-nilai Dehonian sebelum berkompetisi. Dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Kepala Sekolah SMA dan Ketua Panitia yang memotivasi para pemain untuk bertanding dengan jujur dan sportif. Setelah atmosfer memanas melalui tayangan Video Bumper yang epik, para peserta diberikan waktu transisi selama 5 menit untuk menuju waiting room. Pertarungan sengit dimulai! Babak penyisihan menggunakan sistem Best of 3 (BO3) dalam dua fase pertandingan untuk menyaring tim-tim terbaik yang layak melaju ke babak berikutnya. Memasuki babak Semi-Final, kemeriahan berpindah sepenuhnya ke aula dengan iringan MC yang memandu jalannya pertandingan. Ketegangan memuncak pada babak Grand Final yang menggunakan sistem Best of 5 (BO5) untuk menentukan siapa penguasa Land of Dawn sesungguhnya. Dan pada akhirnya SMP Santo Antonius menjadi pemenang juara I di Turnamen Mobile Legends ini. Acara ditutup dengan Pembagian Hadiah bagi para juara sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan Doa Penutup sebagai wujud syukur atas kelancaran acara. “Mainkan strategimu, jaga sportivitasmu, dan biarkan semangat Dehonian menyala di setiap pertandingan!”

Berita, Blog

Harmoni Bambu Mengiringi Peluncuran Buku “Jejak Makna” di Cikini

Pada tanggal 09 Maret 2026, suasana di Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, terasa berbeda. Di tengah deretan koleksi literatur bersejarah, denting angklung dari tim ekstrakurikuler musik SMA Santo Antonius bergema, mengisi ruang dengan kehangatan dalam acara peluncuran buku terbaru karya Graece Tanus yang berjudul Jejak Makna. Acara peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni literasi biasa. Kehadiran ekstrakurikuler Angklung menjadi jembatan antara kedalaman makna dalam tulisan Grace Tanus dengan kekayaan warisan budaya takbenda Indonesia. Membawakan beberapa repertoar lagu yang dipilih khusus untuk mencerminkan nuansa reflektif dari buku tersebut, tim ekstrakurikuler angklung berhasil memukau para tamu undangan, sastrawan, dan penggiat literasi yang hadir di aula Dispusip HB Jassin. Tampil di jantung kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, memberikan pengalaman berharga bagi para siswa untuk merasakan atmosfer seni profesional. Graece Tanus sendiri secara khusus memberikan apresiasi atas performa tim yang mampu menghidupkan suasana peluncuran menjadi lebih dinamis dan emosional. Penampilan ini membuktikan bahwa generasi muda tetap bangga membawa instrumen tradisional ke panggung modern dan intelektual. “Musik angklung memiliki cara unik untuk menyentuh hati, sama seperti untaian kata dalam ‘Jejak Makna’. Kolaborasi ini adalah bentuk nyata bahwa seni musik dan literasi senantiasa berjalan beriringan.”

Berita, Blog

Melampaui Batas Diri: Catatan Perjalanan Ujian Praktik Akhir

Oleh: Trichia Wijaya Kelas XII F4 Bagi saya, Trichia Wijaya, menempuh ujian praktik di kelas XII bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan sebuah perjalanan emosional yang luar biasa. Jika ditanya bagaimana rasanya, jawabannya adalah “campur aduk”. Namun, jika harus jujur, rasa tertekan dan gugup—terutama pada ujian individual—menjadi tantangan terbesar yang harus saya hadapi. Tantangan Seni dan Tanggung Jawab Ujian yang paling menguras energi, baik fisik maupun mental, adalah Seni Musik. Di sana, saya harus menampilkan tiga lagu berbeda dengan rekan kolaborasi yang berbeda pula. Sebagai pemain instrumen yang tampil di aula besar, beban mentalnya terasa berlipat ganda; bahkan tangan saya tidak berhenti gemetar sepanjang penampilan. Tak kalah menantang, ujian Bahasa Indonesia menempatkan saya pada posisi krusial sebagai sutradara drama. Mulai dari menyusun naskah, memilih pemeran, hingga mengatur jalannya pertunjukan adalah proses melelahkan yang menuntut rasa tanggung jawab besar. Spektrum Pengalaman di Setiap Bidang Setiap mata pelajaran membawa warna tersendiri dalam menempa mental kami: Buah dari Kerja Keras Meskipun dilalui dengan penuh tekanan, hasil yang saya peroleh sangat membanggakan. Lebih dari sekadar nilai, pengalaman ini mengajarkan saya tentang esensi kebersamaan, kekompakan, dan kekeluargaan. Proses ini telah melatih sisi kepemimpinan saya—mulai dari inisiatif, manajemen waktu, hingga pengorbanan. Pada akhirnya, ujian praktik ini adalah proses pendewasaan yang membantu kami tumbuh menjadi penerus bangsa yang membawa nilai-nilai Locoresa dalam jati diri kami.

Berita, Blog

Jejak Terakhir di Santo Antonius: Drama dan Tawa di Balik Ujian Praktik

Oleh : Kezia Sinaga dari kelas XII F3 SMA Santo Antonius Berada di penghujung masa SMA berarti harus akrab dengan satu kata: Ujian Praktik. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya deretan tugas penilaian. Tapi bagiku, rangkaian ujian yang baru saja kulewati ini adalah kepingan kenangan yang akan tersimpan rapi dalam memori “putih abu-abu”. Di Antara Tugas dan Persiapan yang Berkejaran Semua bermula beberapa hari sebelum libur Natal dan Tahun Baru. Saat orang lain mulai memikirkan rencana liburan, kami sudah disuguhi arahan dari guru-guru pendamping. Rasanya, waktu seperti dipacu mesin jet. Begitu kembali ke sekolah, kami langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: harus membagi fokus antara materi pelajaran, presentasi yang menumpuk, dan persiapan ujian praktik yang menguras energi. Terutama bagi kami yang punya kesibukan di luar sekolah, rasanya seperti sedang melakukan juggling dengan bola api. Melelahkan? Pasti. Harmoni dalam Pertengkaran Memasuki pertengahan Januari, latihan rutin pun dimulai. PJOK, Seni Musik, dan Bahasa Indonesia menjadi menu harian kami. Latihan kali ini terasa berbeda—ada beban nilai, tapi juga ada rasa memiliki. Kami melewati roller coaster emosi. Ada tawa yang pecah saat gerakan tari salah, rasa grogi yang mencekam, hingga kekecewaan yang berujung pada pertengkaran. Mungkin bagi orang luar, kelas kami terlihat tidak kompak. Namun bagi kami, pertengkaran itulah akar kebersamaan kami. Dari sana kami belajar memahami ego masing-masing demi satu tujuan. Pulang Sore dan Teguran Guru Menjelang hari-H, suasana semakin intens. Properti dan dekorasi mulai memenuhi sudut kelas. Kami rela pulang terlambat setiap hari demi menyempurnakan penampilan, sampai-sampai sering ditegur guru karena masih berada di sekolah saat matahari sudah tenggelam. Terdengar menyeramkan saat itu, tapi aku yakin, momen “dikejar-kejar” guru ini akan menjadi bahan candaan yang manis saat kami reuni nanti. Enam Hari yang Menguras Rasa Ujian pun tiba. Enam hari berturut-turut kami berjuang, mulai dari lapangan PJOK hingga panggung Bahasa Indonesia. Hari pertama tidak berjalan mulus—kami melakukan kesalahan fatal yang memicu amarah guru. Tapi dari sana kami belajar untuk bangkit dan memperbaiki diri di hari-hari berikutnya. Jika harus jujur, Seni Musik dan Bahasa Indonesia adalah tantangan terberat yang menguras keringat dan air mata. Sementara Agama dan Bahasa Inggris terasa sedikit lebih “ramah” untuk dipersiapkan. Namun, setiap mata pelajaran memiliki ceritanya sendiri yang tak bisa disepelekan. Akhir dari Sebuah Awal Saat hari terakhir usai, rasa lelah yang luar biasa itu mendadak lebur menjadi kelegaan. Memang, perjalanan belum usai karena Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) sudah menanti di depan mata. Benar kata orang, kelas 12 adalah tahun tersibuk, tapi juga tahun yang paling “hidup”. Pengalaman ujian praktik ini bukan lagi tentang angka di raport. Bagiku, ini adalah warisan cerita. Suatu saat nanti, kami tidak akan mengingatnya sebagai sebuah ketakutan, melainkan sebagai nostalgia indah yang akan selalu memicu senyum.

Berita, Blog

Beyond the Classroom : Saat Siswa-siswi kelas 11 Menjemput Inspirasi dengan Kegiatan Bakti Sosial di berbagai Panti.

“Selama tiga hari, terhitung sejak Senin (2/2) hingga Rabu (4/2/2026), siswa-siswi kelas 11 F1-F3 SMA Santo Antonius telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial. Sebagai program alternatif pengganti Live In, kegiatan wajib ini difokuskan pada kunjungan ke berbagai panti yang telah ditentukan bagi setiap kelas. Dalam pelaksanaannya, kelas 11 F1 mengunjungi panti Anak Berkebutuhan Khusus (Sayap Ibu), kelas 11 F2 memberikan perhatian di panti jompo (Tresna Werdha Caritas), sementara kelas 11 F3 berbagi kasih di Panti Asuhan Hagaini.” “Kelas 11 F2 mendapat kehormatan sebagai pembuka rangkaian bakti sosial tahun ini karena terpilih sebagai rombongan pertama yang berangkat. Dengan misi sederhana namun mulia, mereka mengunjungi Panti Tresna Werdha Caritas untuk berbagi kebahagiaan bersama para oma sekaligus mengasah empati terhadap sesama. Chandra, perwakilan kelas 11 F2, menuturkan bahwa agenda pada 2 Februari tersebut berlangsung sangat dinamis. Meski bersifat wajib, para siswa menjalaninya dengan penuh ketulusan tanpa rasa terbebani. Selain menyalurkan bantuan logistik, mereka aktif berinteraksi lewat sesi bercerita dan bernyanyi bersama para lansia. Chandra mengaku suasana batin para siswa saat itu bercampur aduk antara rasa haru dan bahagia, terutama saat melihat antusiasme para oma yang menyambut mereka dengan sorakan ‘hore’. ‘Baksos kemarin memberi pelajaran berharga bagi kami untuk lebih menghargai waktu dan sosok orang tua selagi mereka masih ada,’ pungkasnya.” “Selasa, 3 Februari 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi kelas 11 F1 di Panti Sayap Ibu. Sejak pagi, kesibukan menata ruangan dan menyiapkan sound system telah dimulai demi menyambut teman-teman baru mereka. Begitu anak-anak panti hadir, sekat kecanggungan perlahan mencair. Melalui aktivitas melukis keychain beruang mungil, komunikasi intens pun terbangun antara siswa pendamping dan anak-anak panti. Momen tak terlupakan tercipta ketika Yuyun, salah satu anak panti, menunjukkan bakat menarinya bersama Suta dengan penuh energi. Tawa pecah saat mereka berdansa mengikuti irama lagu ‘Kamu’. Walaupun rangkaian acara harus sedikit berpacu dengan jadwal tidur siang anak-anak hingga satu agenda lagu terpaksa dilewati, esensi dari pertemuan ini tetap tersampaikan. Penyerahan bantuan logistik dan donasi menjadi penutup fisik, namun pelajaran tentang keterbukaan hati dan kebersamaan menjadi oleh-oleh batin yang akan terus dibawa oleh setiap siswa 11 F1.” “Rangkaian bakti sosial ditutup dengan penuh kesan oleh kelas 11 F3 di Panti Asuhan Hagaini pada Rabu (4/2/2026). Meski menjadi kelompok terakhir, antusiasme para siswa sama sekali tidak luntur. Kehangatan langsung terasa saat siswa disambut dengan jabat tangan dan ‘tos’ ceria dari anak-anak panti, yang bahkan tak segan berbagi cerita tentang cita-cita mereka. Acara dimulai dengan aktivitas mewarnai dan menuliskan impian pada selembar kertas sebagai simbol harapan. Kemeriahan semakin memuncak setelah makan siang dengan kehadiran tamu spesial, Romo Edi, yang turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis. Suasana menjadi sangat riuh saat permainan Musical Chairs dimulai dengan tantangan yang semakin sulit di setiap babak. Andrew, perwakilan kelas 11 F3, menceritakan momen seru sekaligus menegangkan ketika sebuah kursi patah di tengah persaingan, ‘Untungnya tidak ada yang terluka,’ ungkapnya. Meski sempat diwarnai drama kecil perebutan botol minum antar anak, kegiatan tetap berakhir manis dengan sesi membuat gelang bersama dan foto ceria, sebelum para siswa berpamitan kembali ke bus menuju sekolah.” “Tuntas sudah perjalanan kasih kelas 11 F1-F3. Benih kepedulian yang awalnya mungkin tumbuh karena kewajiban, perlahan mekar menjadi ketulusan saat para siswa terjun langsung melayani. Bakti sosial ini bukan sekadar tentang memberi barang pokok, melainkan tentang pertukaran energi kehidupan antara siswa dan penghuni panti. Siswa belajar tentang kesabaran dari para lansia, ketegaran dari anak-anak berkebutuhan khusus, dan semangat dari anak-anak panti asuhan. Perbedaan latar belakang justru menjadi jembatan untuk memahami arti toleransi dan pelayanan yang sesungguhnya. Kegiatan ini berakhir dengan rasa syukur dan kepuasan mendalam, meninggalkan jejak kedamaian di hati setiap orang yang terlibat.”

Jl. D.I. Panjaitan Kav.46 Rawa Bunga • Jatinegara • Jakarta Timur • 13350
Copyright © SMA Santo Antonius 2025
Scroll to Top