Blog

Berita, Blog

Kelulusan Peserta Didik SMA Santo Antonius Tahun Pelajaran 2025/2026

Pihak sekolah dengan bangga merilis Surat Keputusan Penetapan Kelulusan beserta Daftar Nama Peserta Didik SMA Santo Antonius Tahun Pelajaran 2025/2026. “Kami ucapkan selamat kepada seluruh peserta didik kelas XII SMA Santo Antonius atas pencapaian sempurna, lulus 100%. Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Teruslah membawa nilai-nilai luhur sekolah dalam setiap langkah kalian.”

Berita, Blog

PASKANI 2026: Harmoni Iman, Kreativitas, dan Semangat Kartini di SMA Santo Antonius

Penulis: Moniqa Aurellya (XE1) Jakarta, 21 April 2026 – Aula SMA Santo Antonius hari ini bertransformasi menjadi pusat sukacita dan semangat membara. Civitas akademika berkumpul untuk merayakan PASKANI 2026, sebuah kolaborasi unik yang menyatukan makna kebangkitan Paskah dengan spirit emansipasi perjuangan R.A. Kartini. Momen istimewa ini mengusung tema “Live in Faith, Shine in Courage”. Melalui tema tersebut, PASKANI tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk merefleksikan nilai-nilai iman sekaligus keberanian dalam berkarya. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.30 WIB ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh siswa. Berbagai kompetisi kreatif dihadirkan untuk menggali potensi dan kepercayaan diri peserta, di antaranya: Suasana semakin kental dengan dekorasi khas Paskah yang estetik. Simbol salib, telur, dan ornamen kelinci menghiasi setiap sudut aula, menciptakan perpaduan nuansa sakral sekaligus ceria. Panitia penyelenggara menegaskan bahwa esensi utama dari PASKANI adalah pembentukan karakter. “Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya sekadar merayakan secara fisik, tetapi benar-benar mampu menginternalisasi makna kebangkitan Kristus dan semangat juang Kartini dalam keseharian mereka,” ujar salah satu perwakilan panitia. Kesan rapi dan solid juga tampak dari kekompakan para peserta yang mengenakan busana bertema monokrom hitam-putih. Hal ini mencerminkan kesungguhan dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. PASKANI 2026 resmi ditutup dengan penuh kegembiraan. Melalui acara ini, SMA Santo Antonius berharap semangat kebersamaan, iman yang teguh, dan keberanian untuk terus berkembang akan tetap menyala di hati setiap siswa. Sampai jumpa di perayaan tahun depan dengan semangat yang lebih membara! See you in the spirit of PASKANI & Jesus Bless.

Berita, Blog

Wujudkan Generasi Sehat: SMA Santo Antonius Gelar Medical Check Up di Dehonian Day 2026

Jakarta, 13 Maret 2026 – Hari kedua dalam rangka menyambut Perayaan Dehonian Day 2026, SMA Santo Antonius bekerja sama dengan Apotek ROXY menyelenggarakan kegiatan Medical Check Up (MCU) dan edukasi kesehatan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para pendidik, tenaga kependidikan, siswa-siswi SMP-SMA, hingga orang tua siswa. Registrasi peserta dimulai pukul 07.00, dilanjutkan dengan Doa (Habituasi). Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Romo Fransiskus Edi Setiawan, SCJ, selaku Kepala SMA Santo Antonius. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab diri. Rangkaian kegiatan hari itu dibuka dengan apik oleh penampilan ekstrakurikuler Tari Tradisional SMA yang disusul dengan persembahan Paduan Suara SMP. Edukasi yang Interaktif dan Menghibur Bertempat di aula sekolah, tim dari Apotek ROXY memberikan pemaparan mendalam mengenai Screening Kesehatan (MCU Mini), peran apoteker dalam masyarakat, serta edukasi kesehatan dasar. Tak hanya itu, para siswa mendapatkan perhatian khusus melalui materi edukasi mengenai bahaya merokok serta tips cara mengonsumsi vitamin dan obat yang benar. Suasana semakin meriah dengan penampilan apik dari ekstrakurikuler Modern Dance, Angklung SMA Santo Antonius, dan suara emas penampilan solo vokal siswi SMP. Kehadiran mereka berhasil memberikan atmosfer semangat dan keceriaan bagi seluruh peserta yang hadir di aula. Langkah Nyata Melindungi Diri Saat sesi pemaparan berlangsung di aula, salah satu ruang kelas telah disulap menjadi ruang pemeriksaan medis yang nyaman untuk melayani para peserta secara bergantian. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif serta pembagian doorprize dan setelah itu doa penutup. Melalui inisiatif ini, SMA Santo Antonius dan Apotek ROXY berharap seluruh komunitas sekolah semakin sadar akan pentingnya deteksi dini untuk melindungi diri dari berbagai risiko penyakit.

Berita, Blog

“Eratkan Persaudaraan Lewat Game: Turnamen Mobile Legends SMA Santo Antonius.”

Jakarta, 12 Maret 2026 – Hari pertama dalam rangka menyambut Perayaan Dehonian Day 2026, SMA Santo Antonius menyelenggarakan Turnamen Mobile Legends. Turnamen ini diikuti dengan antusias oleh beberapa SMP Negeri maupun SMP Swasta seperti SMPN 62, SMPN 26, SMPN 36, SMP Budaya, SMP PSKD 1 dan SMP Santo Antonius sendiri. Acara dimulai dengan sesi Habituasi di aula. Momen ini menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk merenungkan nilai-nilai Dehonian sebelum berkompetisi. Dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Kepala Sekolah SMA dan Ketua Panitia yang memotivasi para pemain untuk bertanding dengan jujur dan sportif. Setelah atmosfer memanas melalui tayangan Video Bumper yang epik, para peserta diberikan waktu transisi selama 5 menit untuk menuju waiting room. Pertarungan sengit dimulai! Babak penyisihan menggunakan sistem Best of 3 (BO3) dalam dua fase pertandingan untuk menyaring tim-tim terbaik yang layak melaju ke babak berikutnya. Memasuki babak Semi-Final, kemeriahan berpindah sepenuhnya ke aula dengan iringan MC yang memandu jalannya pertandingan. Ketegangan memuncak pada babak Grand Final yang menggunakan sistem Best of 5 (BO5) untuk menentukan siapa penguasa Land of Dawn sesungguhnya. Dan pada akhirnya SMP Santo Antonius menjadi pemenang juara I di Turnamen Mobile Legends ini. Acara ditutup dengan Pembagian Hadiah bagi para juara sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan Doa Penutup sebagai wujud syukur atas kelancaran acara. “Mainkan strategimu, jaga sportivitasmu, dan biarkan semangat Dehonian menyala di setiap pertandingan!”

Berita, Blog

Harmoni Bambu Mengiringi Peluncuran Buku “Jejak Makna” di Cikini

Pada tanggal 09 Maret 2026, suasana di Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, terasa berbeda. Di tengah deretan koleksi literatur bersejarah, denting angklung dari tim ekstrakurikuler musik SMA Santo Antonius bergema, mengisi ruang dengan kehangatan dalam acara peluncuran buku terbaru karya Graece Tanus yang berjudul Jejak Makna. Acara peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni literasi biasa. Kehadiran ekstrakurikuler Angklung menjadi jembatan antara kedalaman makna dalam tulisan Grace Tanus dengan kekayaan warisan budaya takbenda Indonesia. Membawakan beberapa repertoar lagu yang dipilih khusus untuk mencerminkan nuansa reflektif dari buku tersebut, tim ekstrakurikuler angklung berhasil memukau para tamu undangan, sastrawan, dan penggiat literasi yang hadir di aula Dispusip HB Jassin. Tampil di jantung kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, memberikan pengalaman berharga bagi para siswa untuk merasakan atmosfer seni profesional. Graece Tanus sendiri secara khusus memberikan apresiasi atas performa tim yang mampu menghidupkan suasana peluncuran menjadi lebih dinamis dan emosional. Penampilan ini membuktikan bahwa generasi muda tetap bangga membawa instrumen tradisional ke panggung modern dan intelektual. “Musik angklung memiliki cara unik untuk menyentuh hati, sama seperti untaian kata dalam ‘Jejak Makna’. Kolaborasi ini adalah bentuk nyata bahwa seni musik dan literasi senantiasa berjalan beriringan.”

Berita, Blog

Melampaui Batas Diri: Catatan Perjalanan Ujian Praktik Akhir

Oleh: Trichia Wijaya Kelas XII F4 Bagi saya, Trichia Wijaya, menempuh ujian praktik di kelas XII bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan sebuah perjalanan emosional yang luar biasa. Jika ditanya bagaimana rasanya, jawabannya adalah “campur aduk”. Namun, jika harus jujur, rasa tertekan dan gugup—terutama pada ujian individual—menjadi tantangan terbesar yang harus saya hadapi. Tantangan Seni dan Tanggung Jawab Ujian yang paling menguras energi, baik fisik maupun mental, adalah Seni Musik. Di sana, saya harus menampilkan tiga lagu berbeda dengan rekan kolaborasi yang berbeda pula. Sebagai pemain instrumen yang tampil di aula besar, beban mentalnya terasa berlipat ganda; bahkan tangan saya tidak berhenti gemetar sepanjang penampilan. Tak kalah menantang, ujian Bahasa Indonesia menempatkan saya pada posisi krusial sebagai sutradara drama. Mulai dari menyusun naskah, memilih pemeran, hingga mengatur jalannya pertunjukan adalah proses melelahkan yang menuntut rasa tanggung jawab besar. Spektrum Pengalaman di Setiap Bidang Setiap mata pelajaran membawa warna tersendiri dalam menempa mental kami: Buah dari Kerja Keras Meskipun dilalui dengan penuh tekanan, hasil yang saya peroleh sangat membanggakan. Lebih dari sekadar nilai, pengalaman ini mengajarkan saya tentang esensi kebersamaan, kekompakan, dan kekeluargaan. Proses ini telah melatih sisi kepemimpinan saya—mulai dari inisiatif, manajemen waktu, hingga pengorbanan. Pada akhirnya, ujian praktik ini adalah proses pendewasaan yang membantu kami tumbuh menjadi penerus bangsa yang membawa nilai-nilai Locoresa dalam jati diri kami.

Berita, Blog

Jejak Terakhir di Santo Antonius: Drama dan Tawa di Balik Ujian Praktik

Oleh : Kezia Sinaga dari kelas XII F3 SMA Santo Antonius Berada di penghujung masa SMA berarti harus akrab dengan satu kata: Ujian Praktik. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya deretan tugas penilaian. Tapi bagiku, rangkaian ujian yang baru saja kulewati ini adalah kepingan kenangan yang akan tersimpan rapi dalam memori “putih abu-abu”. Di Antara Tugas dan Persiapan yang Berkejaran Semua bermula beberapa hari sebelum libur Natal dan Tahun Baru. Saat orang lain mulai memikirkan rencana liburan, kami sudah disuguhi arahan dari guru-guru pendamping. Rasanya, waktu seperti dipacu mesin jet. Begitu kembali ke sekolah, kami langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: harus membagi fokus antara materi pelajaran, presentasi yang menumpuk, dan persiapan ujian praktik yang menguras energi. Terutama bagi kami yang punya kesibukan di luar sekolah, rasanya seperti sedang melakukan juggling dengan bola api. Melelahkan? Pasti. Harmoni dalam Pertengkaran Memasuki pertengahan Januari, latihan rutin pun dimulai. PJOK, Seni Musik, dan Bahasa Indonesia menjadi menu harian kami. Latihan kali ini terasa berbeda—ada beban nilai, tapi juga ada rasa memiliki. Kami melewati roller coaster emosi. Ada tawa yang pecah saat gerakan tari salah, rasa grogi yang mencekam, hingga kekecewaan yang berujung pada pertengkaran. Mungkin bagi orang luar, kelas kami terlihat tidak kompak. Namun bagi kami, pertengkaran itulah akar kebersamaan kami. Dari sana kami belajar memahami ego masing-masing demi satu tujuan. Pulang Sore dan Teguran Guru Menjelang hari-H, suasana semakin intens. Properti dan dekorasi mulai memenuhi sudut kelas. Kami rela pulang terlambat setiap hari demi menyempurnakan penampilan, sampai-sampai sering ditegur guru karena masih berada di sekolah saat matahari sudah tenggelam. Terdengar menyeramkan saat itu, tapi aku yakin, momen “dikejar-kejar” guru ini akan menjadi bahan candaan yang manis saat kami reuni nanti. Enam Hari yang Menguras Rasa Ujian pun tiba. Enam hari berturut-turut kami berjuang, mulai dari lapangan PJOK hingga panggung Bahasa Indonesia. Hari pertama tidak berjalan mulus—kami melakukan kesalahan fatal yang memicu amarah guru. Tapi dari sana kami belajar untuk bangkit dan memperbaiki diri di hari-hari berikutnya. Jika harus jujur, Seni Musik dan Bahasa Indonesia adalah tantangan terberat yang menguras keringat dan air mata. Sementara Agama dan Bahasa Inggris terasa sedikit lebih “ramah” untuk dipersiapkan. Namun, setiap mata pelajaran memiliki ceritanya sendiri yang tak bisa disepelekan. Akhir dari Sebuah Awal Saat hari terakhir usai, rasa lelah yang luar biasa itu mendadak lebur menjadi kelegaan. Memang, perjalanan belum usai karena Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) sudah menanti di depan mata. Benar kata orang, kelas 12 adalah tahun tersibuk, tapi juga tahun yang paling “hidup”. Pengalaman ujian praktik ini bukan lagi tentang angka di raport. Bagiku, ini adalah warisan cerita. Suatu saat nanti, kami tidak akan mengingatnya sebagai sebuah ketakutan, melainkan sebagai nostalgia indah yang akan selalu memicu senyum.

Berita, Blog

Beyond the Classroom : Saat Siswa-siswi kelas 11 Menjemput Inspirasi dengan Kegiatan Bakti Sosial di berbagai Panti.

“Selama tiga hari, terhitung sejak Senin (2/2) hingga Rabu (4/2/2026), siswa-siswi kelas 11 F1-F3 SMA Santo Antonius telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial. Sebagai program alternatif pengganti Live In, kegiatan wajib ini difokuskan pada kunjungan ke berbagai panti yang telah ditentukan bagi setiap kelas. Dalam pelaksanaannya, kelas 11 F1 mengunjungi panti Anak Berkebutuhan Khusus (Sayap Ibu), kelas 11 F2 memberikan perhatian di panti jompo (Tresna Werdha Caritas), sementara kelas 11 F3 berbagi kasih di Panti Asuhan Hagaini.” “Kelas 11 F2 mendapat kehormatan sebagai pembuka rangkaian bakti sosial tahun ini karena terpilih sebagai rombongan pertama yang berangkat. Dengan misi sederhana namun mulia, mereka mengunjungi Panti Tresna Werdha Caritas untuk berbagi kebahagiaan bersama para oma sekaligus mengasah empati terhadap sesama. Chandra, perwakilan kelas 11 F2, menuturkan bahwa agenda pada 2 Februari tersebut berlangsung sangat dinamis. Meski bersifat wajib, para siswa menjalaninya dengan penuh ketulusan tanpa rasa terbebani. Selain menyalurkan bantuan logistik, mereka aktif berinteraksi lewat sesi bercerita dan bernyanyi bersama para lansia. Chandra mengaku suasana batin para siswa saat itu bercampur aduk antara rasa haru dan bahagia, terutama saat melihat antusiasme para oma yang menyambut mereka dengan sorakan ‘hore’. ‘Baksos kemarin memberi pelajaran berharga bagi kami untuk lebih menghargai waktu dan sosok orang tua selagi mereka masih ada,’ pungkasnya.” “Selasa, 3 Februari 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi kelas 11 F1 di Panti Sayap Ibu. Sejak pagi, kesibukan menata ruangan dan menyiapkan sound system telah dimulai demi menyambut teman-teman baru mereka. Begitu anak-anak panti hadir, sekat kecanggungan perlahan mencair. Melalui aktivitas melukis keychain beruang mungil, komunikasi intens pun terbangun antara siswa pendamping dan anak-anak panti. Momen tak terlupakan tercipta ketika Yuyun, salah satu anak panti, menunjukkan bakat menarinya bersama Suta dengan penuh energi. Tawa pecah saat mereka berdansa mengikuti irama lagu ‘Kamu’. Walaupun rangkaian acara harus sedikit berpacu dengan jadwal tidur siang anak-anak hingga satu agenda lagu terpaksa dilewati, esensi dari pertemuan ini tetap tersampaikan. Penyerahan bantuan logistik dan donasi menjadi penutup fisik, namun pelajaran tentang keterbukaan hati dan kebersamaan menjadi oleh-oleh batin yang akan terus dibawa oleh setiap siswa 11 F1.” “Rangkaian bakti sosial ditutup dengan penuh kesan oleh kelas 11 F3 di Panti Asuhan Hagaini pada Rabu (4/2/2026). Meski menjadi kelompok terakhir, antusiasme para siswa sama sekali tidak luntur. Kehangatan langsung terasa saat siswa disambut dengan jabat tangan dan ‘tos’ ceria dari anak-anak panti, yang bahkan tak segan berbagi cerita tentang cita-cita mereka. Acara dimulai dengan aktivitas mewarnai dan menuliskan impian pada selembar kertas sebagai simbol harapan. Kemeriahan semakin memuncak setelah makan siang dengan kehadiran tamu spesial, Romo Edi, yang turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis. Suasana menjadi sangat riuh saat permainan Musical Chairs dimulai dengan tantangan yang semakin sulit di setiap babak. Andrew, perwakilan kelas 11 F3, menceritakan momen seru sekaligus menegangkan ketika sebuah kursi patah di tengah persaingan, ‘Untungnya tidak ada yang terluka,’ ungkapnya. Meski sempat diwarnai drama kecil perebutan botol minum antar anak, kegiatan tetap berakhir manis dengan sesi membuat gelang bersama dan foto ceria, sebelum para siswa berpamitan kembali ke bus menuju sekolah.” “Tuntas sudah perjalanan kasih kelas 11 F1-F3. Benih kepedulian yang awalnya mungkin tumbuh karena kewajiban, perlahan mekar menjadi ketulusan saat para siswa terjun langsung melayani. Bakti sosial ini bukan sekadar tentang memberi barang pokok, melainkan tentang pertukaran energi kehidupan antara siswa dan penghuni panti. Siswa belajar tentang kesabaran dari para lansia, ketegaran dari anak-anak berkebutuhan khusus, dan semangat dari anak-anak panti asuhan. Perbedaan latar belakang justru menjadi jembatan untuk memahami arti toleransi dan pelayanan yang sesungguhnya. Kegiatan ini berakhir dengan rasa syukur dan kepuasan mendalam, meninggalkan jejak kedamaian di hati setiap orang yang terlibat.”

Berita, Blog

Perayaan Natal Bersama: Sukacita dalam Semangat Persaudaraan

Perayaan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember, merupakan salah satu hari raya keagamaan terpenting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Momen ini tidak hanya menandai peringatan kelahiran Yesus Kristus, tetapi juga menjadi waktu untuk refleksi, kebersamaan keluarga, dan penyebaran pesan kasih serta sukacita. Natal memiliki sejarah yang kaya, makna spiritual yang mendalam, dan beragam tradisi yang telah berkembang di berbagai budaya dan belahan dunia. Senin, 12 Januari 2026, SMA Santo Antonius merayakan Natal bersama dalam suasana yang penuh sukacita, kebersamaan, dan rasa syukur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Aula yang telah didekorasi dengan tema natal terlihat meriah, pohon natal yang dihias indah, lampu kelap-kelip, serta ornamen-ornamen yang menampilkan makna natal. Tepat pukul 07.00, seluruh peserta naik ke atas menuju aula untuk memulai kegiatan. Kegiatan  diawali dengan habituasi yaitu seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang kemudian dilanjutkan lagu “Spirit Dehonian”. Setelah menyanyikan kedua lagu tersebut, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Santo Antonius lalu sambutan dari Ketua Acara Natal.   Penampilan dari siswa-siswa yang mengikuti ekskul Modern Dance menjadi pendongkrak semangat seluruh peserta untuk mengikuti jalannya acara. Lomba “Pohon Natal” dimana para peserta menggunakan kostum menyerupai pohon natal yang dilengkapi dengan berbagai properti untuk menggambarkan desain pohon natal secara detail. Lomba pohon natal ini juga memiliki manfaat positif bagi para peserta. Selain meningkatkan kreativitas dalam merancang dan membuat kostum, para peserta juga dapat meningkatkan kepercayaan diri saat tampil. Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba “Paduan Suara” dimana para peserta menyanyikan lagu bertema Natal seperti “Gloria” dan “Hai, Siarkan di Gunung”. Lomba ini diikuti oleh  beberapa tim dari perwakilan siswa-siswa kelas X, XI dan XII dengan juri yaitu ibu Valentina Giyati, S.Pd. Para peserta dengan penuh semangat menyanyikan liriknya dengan penuh keharmonisan dan kekompakan. Door Prize pun diberikan sebelum istirahat pertama. Tepat jam 10.00, lomba “Flash Mob” dimulai dengan juri yaitu ibu Fransiska Regina Vianey Dian Saputri, S.Pd. Masing-masing tim berusaha untuk menampilkan ekpresi serta kekompakan koreografi yang terbaik. Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai meriah terdengar setiap kali tim berhasil menyuguhkan penampilannya yang memukau. Setelah itu disusul dengan lomba “Band” dengan juri yaitu ibu Agatha Dewi Dina Utami, S.Pd,  setiap tim menyanyikan lagu-lagu rohani bertema Natal. Acara Tukar Kado, Door Prize, pembagian hadiah dan Doa Penutup menjadi rangkaian akhir dari kegiatan Natal Bersama.

Berita, Blog

Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS

Kepemimpinan menjadi satu kompetensi yang harus di miliki seseorang. Kepemimpinan tidak hanya diperlukan dalam berorganisasi tapi dalam hal paling kecil yaitu memimpin diri sendiri mencapai tujuan hidup dibutuhkan jiwa kepemimpinan dari pribadi tersebut. Salah satu tujuan sekolah adalah mempersiapkan peserta didik mempunyai jiwa kepemimpinan terlebih para pengurus OSIS yang juga berperan penting menjalankan organisasi sekolah. Latihan dasar kepemimpinan adalah salah satu upaya sekolah untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan siswa.  Kali ini Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan secara kolaborasi antara sekolah SMA Santo Antonius dan SMA Yos Sudarso Metro. LDK ini di laksanakan di Rumah Ret-Ret La Verna, Lampung, pada hari Jumat, 16 Januari – Minggu, 18 Januari 2026. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS atau LDKS ini sendiri merupakan program pelatihan tahunan yang bertujuan untuk membekali calon pengurus OSIS dengan keterampilan manajemen, kepemimpinan, dan pembangunan karakter. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyampaian materi terkait cara kepemimpinan dalam berorganisasi, diskusi, presentasi juga diselingi dengan adanya game. Hari Pertama dimulai dengan apel pembukaan sebagai bentuk penyerahan Sekolah kepada pihak La Verna. Sebelum melakukan apel pembukaan, para peserta melakukan makan malam bersama dalam suasana keakraban. Acara dilanjutkan dengan materi pertama yang disampaikan oleh Romo Eko sebagai moderator, para peserta diarahkan untuk membuat kelompok-kelompok. Kelompok-kelompok tersebut akan menjadi kelompok yang ditetapkan selama proses LDK berlangsung,  dimana setiap anggota kelompoknya terdiri dari siswa-siswi dua sekolah yang berbeda. Materi yang disampaikan mengacu kepada kebersamaan dan kekompakan, serta pola pikir yang berkembang. Hari Kedua diawali dengan senam pagi bersama di GSG. Senam ini bertujuan untuk menyegarkan tubuh serta membangkitkan semangat para peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya. Seluruh peserta mengikuti senam dengan antusias dan penuh semangat. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan sesi outbound. Dalam kegiatan outbond ini, peserta dibagi ke dalam kelompoknya masing-masing dan diberikan berbagai permainan yang melatih kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, serta kekompakan tim, yang pastinya sesuai dengan semangat LOCORESA. Suasana menjadi semakin seru karena setiap kelompok berusaha menyelesaikan tantangan dengan baik. Pada sore hari, peserta mengikuti sesi meditasi dan materi di dalam ruangan. Materi yang disampaikan berkaitan dengan dasar-dasar kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cara membangun karakter sebagai calon pemimpin. Para peserta menyimak materi yang diberikan dengan serius. Melalui rangkaian kegiatan LDK hari kedua ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga memperoleh ilmu dan nilai-nilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hari Ketiga, para peserta diberikan sesi untuk menyusun program kerja. Para peserta dibagi ke dalam kelompok sesuai bidang masing-masing untuk berdiskusi dan merancang program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode ke depan. Kegiatan ini melatih peserta untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim. Setelah penyusunan proker selesai, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi proker yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok. Setelah penyusunan dan presentasi proker selesai, dilanjutkan dengan misa penutupan. Misa ini menjadi momen refleksi dan ungkapan syukur atas seluruh rangkaian kegiatan LDKS yang telah dilaksanakan. Misa diikuti dengan suasana penuh rasa khidmat, beberapa anggota pengurus OSIS MPK menjadi petugas liturgi saat misa berlangsung. Misa penutupan merupakan rangkaian akhir kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan untuk tahun ini. Para peserta yang mengikuti membawa pulang banyak pengalaman, pelajaran, serta kenangan berharga dan berkesan sekaligus merupakan awal dari tanggung jawab baru sebagai calon pemimpin.

Jl. D.I. Panjaitan Kav.46 Rawa Bunga • Jatinegara • Jakarta Timur • 13350
Copyright © SMA Santo Antonius 2025
Scroll to Top