Berita

Berita, Blog

Jejak Terakhir di Santo Antonius: Drama dan Tawa di Balik Ujian Praktik

Oleh : Kezia Sinaga dari kelas XII F3 SMA Santo Antonius Berada di penghujung masa SMA berarti harus akrab dengan satu kata: Ujian Praktik. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya deretan tugas penilaian. Tapi bagiku, rangkaian ujian yang baru saja kulewati ini adalah kepingan kenangan yang akan tersimpan rapi dalam memori “putih abu-abu”. Di Antara Tugas dan Persiapan yang Berkejaran Semua bermula beberapa hari sebelum libur Natal dan Tahun Baru. Saat orang lain mulai memikirkan rencana liburan, kami sudah disuguhi arahan dari guru-guru pendamping. Rasanya, waktu seperti dipacu mesin jet. Begitu kembali ke sekolah, kami langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: harus membagi fokus antara materi pelajaran, presentasi yang menumpuk, dan persiapan ujian praktik yang menguras energi. Terutama bagi kami yang punya kesibukan di luar sekolah, rasanya seperti sedang melakukan juggling dengan bola api. Melelahkan? Pasti. Harmoni dalam Pertengkaran Memasuki pertengahan Januari, latihan rutin pun dimulai. PJOK, Seni Musik, dan Bahasa Indonesia menjadi menu harian kami. Latihan kali ini terasa berbeda—ada beban nilai, tapi juga ada rasa memiliki. Kami melewati roller coaster emosi. Ada tawa yang pecah saat gerakan tari salah, rasa grogi yang mencekam, hingga kekecewaan yang berujung pada pertengkaran. Mungkin bagi orang luar, kelas kami terlihat tidak kompak. Namun bagi kami, pertengkaran itulah akar kebersamaan kami. Dari sana kami belajar memahami ego masing-masing demi satu tujuan. Pulang Sore dan Teguran Guru Menjelang hari-H, suasana semakin intens. Properti dan dekorasi mulai memenuhi sudut kelas. Kami rela pulang terlambat setiap hari demi menyempurnakan penampilan, sampai-sampai sering ditegur guru karena masih berada di sekolah saat matahari sudah tenggelam. Terdengar menyeramkan saat itu, tapi aku yakin, momen “dikejar-kejar” guru ini akan menjadi bahan candaan yang manis saat kami reuni nanti. Enam Hari yang Menguras Rasa Ujian pun tiba. Enam hari berturut-turut kami berjuang, mulai dari lapangan PJOK hingga panggung Bahasa Indonesia. Hari pertama tidak berjalan mulus—kami melakukan kesalahan fatal yang memicu amarah guru. Tapi dari sana kami belajar untuk bangkit dan memperbaiki diri di hari-hari berikutnya. Jika harus jujur, Seni Musik dan Bahasa Indonesia adalah tantangan terberat yang menguras keringat dan air mata. Sementara Agama dan Bahasa Inggris terasa sedikit lebih “ramah” untuk dipersiapkan. Namun, setiap mata pelajaran memiliki ceritanya sendiri yang tak bisa disepelekan. Akhir dari Sebuah Awal Saat hari terakhir usai, rasa lelah yang luar biasa itu mendadak lebur menjadi kelegaan. Memang, perjalanan belum usai karena Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) sudah menanti di depan mata. Benar kata orang, kelas 12 adalah tahun tersibuk, tapi juga tahun yang paling “hidup”. Pengalaman ujian praktik ini bukan lagi tentang angka di raport. Bagiku, ini adalah warisan cerita. Suatu saat nanti, kami tidak akan mengingatnya sebagai sebuah ketakutan, melainkan sebagai nostalgia indah yang akan selalu memicu senyum.

Berita, Blog

Beyond the Classroom : Saat Siswa-siswi kelas 11 Menjemput Inspirasi dengan Kegiatan Bakti Sosial di berbagai Panti.

“Selama tiga hari, terhitung sejak Senin (2/2) hingga Rabu (4/2/2026), siswa-siswi kelas 11 F1-F3 SMA Santo Antonius telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial. Sebagai program alternatif pengganti Live In, kegiatan wajib ini difokuskan pada kunjungan ke berbagai panti yang telah ditentukan bagi setiap kelas. Dalam pelaksanaannya, kelas 11 F1 mengunjungi panti Anak Berkebutuhan Khusus (Sayap Ibu), kelas 11 F2 memberikan perhatian di panti jompo (Tresna Werdha Caritas), sementara kelas 11 F3 berbagi kasih di Panti Asuhan Hagaini.” “Kelas 11 F2 mendapat kehormatan sebagai pembuka rangkaian bakti sosial tahun ini karena terpilih sebagai rombongan pertama yang berangkat. Dengan misi sederhana namun mulia, mereka mengunjungi Panti Tresna Werdha Caritas untuk berbagi kebahagiaan bersama para oma sekaligus mengasah empati terhadap sesama. Chandra, perwakilan kelas 11 F2, menuturkan bahwa agenda pada 2 Februari tersebut berlangsung sangat dinamis. Meski bersifat wajib, para siswa menjalaninya dengan penuh ketulusan tanpa rasa terbebani. Selain menyalurkan bantuan logistik, mereka aktif berinteraksi lewat sesi bercerita dan bernyanyi bersama para lansia. Chandra mengaku suasana batin para siswa saat itu bercampur aduk antara rasa haru dan bahagia, terutama saat melihat antusiasme para oma yang menyambut mereka dengan sorakan ‘hore’. ‘Baksos kemarin memberi pelajaran berharga bagi kami untuk lebih menghargai waktu dan sosok orang tua selagi mereka masih ada,’ pungkasnya.” “Selasa, 3 Februari 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi kelas 11 F1 di Panti Sayap Ibu. Sejak pagi, kesibukan menata ruangan dan menyiapkan sound system telah dimulai demi menyambut teman-teman baru mereka. Begitu anak-anak panti hadir, sekat kecanggungan perlahan mencair. Melalui aktivitas melukis keychain beruang mungil, komunikasi intens pun terbangun antara siswa pendamping dan anak-anak panti. Momen tak terlupakan tercipta ketika Yuyun, salah satu anak panti, menunjukkan bakat menarinya bersama Suta dengan penuh energi. Tawa pecah saat mereka berdansa mengikuti irama lagu ‘Kamu’. Walaupun rangkaian acara harus sedikit berpacu dengan jadwal tidur siang anak-anak hingga satu agenda lagu terpaksa dilewati, esensi dari pertemuan ini tetap tersampaikan. Penyerahan bantuan logistik dan donasi menjadi penutup fisik, namun pelajaran tentang keterbukaan hati dan kebersamaan menjadi oleh-oleh batin yang akan terus dibawa oleh setiap siswa 11 F1.” “Rangkaian bakti sosial ditutup dengan penuh kesan oleh kelas 11 F3 di Panti Asuhan Hagaini pada Rabu (4/2/2026). Meski menjadi kelompok terakhir, antusiasme para siswa sama sekali tidak luntur. Kehangatan langsung terasa saat siswa disambut dengan jabat tangan dan ‘tos’ ceria dari anak-anak panti, yang bahkan tak segan berbagi cerita tentang cita-cita mereka. Acara dimulai dengan aktivitas mewarnai dan menuliskan impian pada selembar kertas sebagai simbol harapan. Kemeriahan semakin memuncak setelah makan siang dengan kehadiran tamu spesial, Romo Edi, yang turut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis. Suasana menjadi sangat riuh saat permainan Musical Chairs dimulai dengan tantangan yang semakin sulit di setiap babak. Andrew, perwakilan kelas 11 F3, menceritakan momen seru sekaligus menegangkan ketika sebuah kursi patah di tengah persaingan, ‘Untungnya tidak ada yang terluka,’ ungkapnya. Meski sempat diwarnai drama kecil perebutan botol minum antar anak, kegiatan tetap berakhir manis dengan sesi membuat gelang bersama dan foto ceria, sebelum para siswa berpamitan kembali ke bus menuju sekolah.” “Tuntas sudah perjalanan kasih kelas 11 F1-F3. Benih kepedulian yang awalnya mungkin tumbuh karena kewajiban, perlahan mekar menjadi ketulusan saat para siswa terjun langsung melayani. Bakti sosial ini bukan sekadar tentang memberi barang pokok, melainkan tentang pertukaran energi kehidupan antara siswa dan penghuni panti. Siswa belajar tentang kesabaran dari para lansia, ketegaran dari anak-anak berkebutuhan khusus, dan semangat dari anak-anak panti asuhan. Perbedaan latar belakang justru menjadi jembatan untuk memahami arti toleransi dan pelayanan yang sesungguhnya. Kegiatan ini berakhir dengan rasa syukur dan kepuasan mendalam, meninggalkan jejak kedamaian di hati setiap orang yang terlibat.”

Berita, Blog

Perayaan Natal Bersama: Sukacita dalam Semangat Persaudaraan

Perayaan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember, merupakan salah satu hari raya keagamaan terpenting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Momen ini tidak hanya menandai peringatan kelahiran Yesus Kristus, tetapi juga menjadi waktu untuk refleksi, kebersamaan keluarga, dan penyebaran pesan kasih serta sukacita. Natal memiliki sejarah yang kaya, makna spiritual yang mendalam, dan beragam tradisi yang telah berkembang di berbagai budaya dan belahan dunia. Senin, 12 Januari 2026, SMA Santo Antonius merayakan Natal bersama dalam suasana yang penuh sukacita, kebersamaan, dan rasa syukur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Aula yang telah didekorasi dengan tema natal terlihat meriah, pohon natal yang dihias indah, lampu kelap-kelip, serta ornamen-ornamen yang menampilkan makna natal. Tepat pukul 07.00, seluruh peserta naik ke atas menuju aula untuk memulai kegiatan. Kegiatan  diawali dengan habituasi yaitu seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang kemudian dilanjutkan lagu “Spirit Dehonian”. Setelah menyanyikan kedua lagu tersebut, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Santo Antonius lalu sambutan dari Ketua Acara Natal.   Penampilan dari siswa-siswa yang mengikuti ekskul Modern Dance menjadi pendongkrak semangat seluruh peserta untuk mengikuti jalannya acara. Lomba “Pohon Natal” dimana para peserta menggunakan kostum menyerupai pohon natal yang dilengkapi dengan berbagai properti untuk menggambarkan desain pohon natal secara detail. Lomba pohon natal ini juga memiliki manfaat positif bagi para peserta. Selain meningkatkan kreativitas dalam merancang dan membuat kostum, para peserta juga dapat meningkatkan kepercayaan diri saat tampil. Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba “Paduan Suara” dimana para peserta menyanyikan lagu bertema Natal seperti “Gloria” dan “Hai, Siarkan di Gunung”. Lomba ini diikuti oleh  beberapa tim dari perwakilan siswa-siswa kelas X, XI dan XII dengan juri yaitu ibu Valentina Giyati, S.Pd. Para peserta dengan penuh semangat menyanyikan liriknya dengan penuh keharmonisan dan kekompakan. Door Prize pun diberikan sebelum istirahat pertama. Tepat jam 10.00, lomba “Flash Mob” dimulai dengan juri yaitu ibu Fransiska Regina Vianey Dian Saputri, S.Pd. Masing-masing tim berusaha untuk menampilkan ekpresi serta kekompakan koreografi yang terbaik. Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai meriah terdengar setiap kali tim berhasil menyuguhkan penampilannya yang memukau. Setelah itu disusul dengan lomba “Band” dengan juri yaitu ibu Agatha Dewi Dina Utami, S.Pd,  setiap tim menyanyikan lagu-lagu rohani bertema Natal. Acara Tukar Kado, Door Prize, pembagian hadiah dan Doa Penutup menjadi rangkaian akhir dari kegiatan Natal Bersama.

Berita, Blog

Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS

Kepemimpinan menjadi satu kompetensi yang harus di miliki seseorang. Kepemimpinan tidak hanya diperlukan dalam berorganisasi tapi dalam hal paling kecil yaitu memimpin diri sendiri mencapai tujuan hidup dibutuhkan jiwa kepemimpinan dari pribadi tersebut. Salah satu tujuan sekolah adalah mempersiapkan peserta didik mempunyai jiwa kepemimpinan terlebih para pengurus OSIS yang juga berperan penting menjalankan organisasi sekolah. Latihan dasar kepemimpinan adalah salah satu upaya sekolah untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan siswa.  Kali ini Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan secara kolaborasi antara sekolah SMA Santo Antonius dan SMA Yos Sudarso Metro. LDK ini di laksanakan di Rumah Ret-Ret La Verna, Lampung, pada hari Jumat, 16 Januari – Minggu, 18 Januari 2026. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS atau LDKS ini sendiri merupakan program pelatihan tahunan yang bertujuan untuk membekali calon pengurus OSIS dengan keterampilan manajemen, kepemimpinan, dan pembangunan karakter. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyampaian materi terkait cara kepemimpinan dalam berorganisasi, diskusi, presentasi juga diselingi dengan adanya game. Hari Pertama dimulai dengan apel pembukaan sebagai bentuk penyerahan Sekolah kepada pihak La Verna. Sebelum melakukan apel pembukaan, para peserta melakukan makan malam bersama dalam suasana keakraban. Acara dilanjutkan dengan materi pertama yang disampaikan oleh Romo Eko sebagai moderator, para peserta diarahkan untuk membuat kelompok-kelompok. Kelompok-kelompok tersebut akan menjadi kelompok yang ditetapkan selama proses LDK berlangsung,  dimana setiap anggota kelompoknya terdiri dari siswa-siswi dua sekolah yang berbeda. Materi yang disampaikan mengacu kepada kebersamaan dan kekompakan, serta pola pikir yang berkembang. Hari Kedua diawali dengan senam pagi bersama di GSG. Senam ini bertujuan untuk menyegarkan tubuh serta membangkitkan semangat para peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya. Seluruh peserta mengikuti senam dengan antusias dan penuh semangat. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan sesi outbound. Dalam kegiatan outbond ini, peserta dibagi ke dalam kelompoknya masing-masing dan diberikan berbagai permainan yang melatih kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, serta kekompakan tim, yang pastinya sesuai dengan semangat LOCORESA. Suasana menjadi semakin seru karena setiap kelompok berusaha menyelesaikan tantangan dengan baik. Pada sore hari, peserta mengikuti sesi meditasi dan materi di dalam ruangan. Materi yang disampaikan berkaitan dengan dasar-dasar kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cara membangun karakter sebagai calon pemimpin. Para peserta menyimak materi yang diberikan dengan serius. Melalui rangkaian kegiatan LDK hari kedua ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga memperoleh ilmu dan nilai-nilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hari Ketiga, para peserta diberikan sesi untuk menyusun program kerja. Para peserta dibagi ke dalam kelompok sesuai bidang masing-masing untuk berdiskusi dan merancang program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode ke depan. Kegiatan ini melatih peserta untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim. Setelah penyusunan proker selesai, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi proker yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok. Setelah penyusunan dan presentasi proker selesai, dilanjutkan dengan misa penutupan. Misa ini menjadi momen refleksi dan ungkapan syukur atas seluruh rangkaian kegiatan LDKS yang telah dilaksanakan. Misa diikuti dengan suasana penuh rasa khidmat, beberapa anggota pengurus OSIS MPK menjadi petugas liturgi saat misa berlangsung. Misa penutupan merupakan rangkaian akhir kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan untuk tahun ini. Para peserta yang mengikuti membawa pulang banyak pengalaman, pelajaran, serta kenangan berharga dan berkesan sekaligus merupakan awal dari tanggung jawab baru sebagai calon pemimpin.

Berita

Class Meeting

Class meeting adalah program kegiatan yang berisi berbagai ajang perlombaan dan dilakukan antar kelas. Class meeting biasanya dilakukan setelah siswa menyelesaikan Assesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil dan sebelum penerimaan rapor. Kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu oleh siswa karena menjadi ajang pelepas penat setelah ujian. Selain itu, ajang ini juga kerap menjadi momentum bagi siswa untuk lebih menjalin keakraban antar kelas. Class  meetingtahun  ini  mengadakan  lomba-lomba  antara  lain  Basket,  Futsal,  Handball  dan E-Sport Mobile Legend. Tentu setiap kelas ataupun individu siswa saling bersaing secara sehat untuk mengadu memperebutkan gelar juara dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Tidak lupa, gemuruh teriakan yang lantang, sorak sorai, tepuk tangan menjadi modal kemeriahan dan kesuksesan acara ini. Pada hari pertama, Kamis (11/12/2025) tepat pukul 07.00 seluruh siswa-siswi SMA dan para Pendidik turun menuju lapangan untuk memulai dan mengikuti rangkaian acara yang sudah direncanakan. Acara dimulai dengan habituasi dilanjutkan Kata Sambutan dari Kepala Sekolah dan Ketua Acara. Lomba pertama dimulai dengan lomba Basket dan Futsal. Pukul 12.00 siswa-siswi yang mengikuti perlombaan beristirahat sejenak untuk bersama-sama berdoa “Malaikat Tuhan”. Lomba dilanjutkan kembali yaitu lomba E-Sport Mobile Legend, menuju sore hari lomba Handball dimulai. Lomba Handball baru diadakan pertama kalinya di tahun pelajaran ini, namun antusiasme serta kepiawaian para siswa-siswi yang mengikuti lomba Handball patut diacungi jempol karena mereka saling beradu kecepatan dan strategi. Inilah lomba Handball dimana olahraga ini menggabungkan kelincahan basket, kekuatan rugby, dan presisi sepak bola dalam satu paket aksi yang mendebarkan. Pada hari kedua, Jumat (12/12/2025), acara seperti biasa dimulai dari habituasi kemudian dilanjutkan dengan senam bersama. Walaupun cuaca panas dan matahari bersinar terik, namun tidak menyurutkan semangat seluruh siswa untuk melanjutkan perlombaan-perlombaan yang sudah dijadwalkan. Pertandingan Final Handball dilakukan pukul 08.36 dengan keriuhan semangat para suporter untuk mendukung teman-teman kelasnya. Segala komunikasi, strategi serta kerja sama masing-masing tim dilakukan demi mencetak gol ke gawang lawan. Acara berikutnya ialah final Futsal dan final Basket. Setelah para siswa-siswi beristirahat sejenak pukul 11.00, dilanjut dengan lomba terakhir yaitu final E-Sport Mobile Legend. Pengumuman juara-juara lomba dan Doa Penutup menjadi rangkaian akhir dari kegiatan Class Meeting semester ganjil ini. Semoga dengan adanya kegiatan Class Meeting ini dapat membangun kekompakan, solidaritas, penyaluran bakat, serta menjadi ajang relaksasi dan pembentukan karakter sportif serta sosial siswa yang penuh semangat dan kebersamaan. 

Berita

Juara 2 Ajang Perlombaan FFAKAJ

FFA KAJ atau Festival Film Ardas Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) merupakan salah satu ajang perlombaan untuk pegiat audio visual terutama film dari berbagai paroki dan komunitas di Keuskupan Agung Jakarta. Festival ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAJ untuk berkarya serta mendukung sosialisasi program prioritas Keuskupan dalam Arah Dasar (ArDas) Keuskupan. Tema yang diangkat tahun 2025 ini adalah “Kepedulian Lebih kepada Saudara yang Lemah dan Miskin dalam Peziarah Harapan”.  Format dari festival film ini tidak hanya dilihat dari satu kategori saja, namun dari berbagai kategori penghargaan, seperti; sutradara terbaik, aktor terbaik, lighting terbaik, editing terbaik, penata musik terbaik, naskah terbaik, desain poster terbaik, soundtrack terbaik hingga film terbaik. Peserta dari festival film ini terbuka bagi komunitas Katolik lintas paroki (Tim KomSos Paroki). Selain itu, ada kategori tingkat SMA/K yang tergabung dalam MPK-KAJ (Musyarawah Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Jakarta). Pada kesempatan tahun 2025 ini, SMA Santo Antonius memberanikan diri untuk terlibat dalam festival film tersebut. Dalam keikutsertaan yang pertama ini, SMA Santo Antonius Jakarta meraih Juara 2 dalam perlombaan ini dengan kategori film pendek terbaik. Sungguh prestasi yang sangat luar biasa dan tentunya membanggakan bisa mendapat dan terpilih menjadi Juara 2. Harapannya, semoga dengan kemenangan yang diraih ini menjadi salah satu langkah awal yang bagus untuk SMA Santo Antonius dalam mengembangkan minat bakat siswa pada bidang komunikasi sosial dan keterlibatan lebih dalam implementasi Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta. Judul film pendek yang dibuat berjudul “Courageous Step”, dan menjadi motivasi untuk semakin aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif lainnya. Berani dan bergerak keluar dari zona nyaman serta berani mengambil risiko untuk kehadiran lebih peduli kepada sesama yang lemah dan miskin.

Berita

Dehonian Scout Camp Part 2

Hari pertama Pada Rabu, 12 November 2025, seluruh panitia telah siap sejak sore hari untuk menyambut kedatangan para peserta serta pendamping dari Sekolah Yos Sudarso Metro. Suasana antusias langsung terasa begitu rombongan tiba di lingkungan sekolah. Setibanya di area kegiatan, panitia mengarahkan peserta menuju ruang istirahat yang telah dipersiapkan. Setelah semua terkoordinasi, panitia memberikan sambutan singkat sebagai bentuk penerimaan resmi sekaligus ucapan selamat datang kepada para peserta dan guru pendamping. Sambutan tersebut menjadi pembuka yang menegaskan semangat “Together in Nature, United in Compassion.” Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto di booth yang telah disediakan sebagai dokumentasi awal. Memasuki waktu malam, para peserta dipersilakan menuju area makan malam yang telah ditata oleh divisi konsumsi. Panitia memastikan seluruh hidangan tersedia dengan baik dan setiap peserta memperoleh porsi konsumsi sesuai kebutuhan. Setelah itu, panitia kembali mengarahkan peserta menuju tempat istirahat. Dengan demikian, seluruh peserta dapat beristirahat dengan nyaman dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian kegiatan pada esok hari. Hari kedua Pada Kamis, 13 November 2025, peserta Yos Sudarso Metro memulai hari dengan menata diri dan bersiap mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah semuanya rapi, mereka diarahkan untuk menikmati sarapan bersama. Divisi konsumsi telah menyiapkan hidangan dengan baik sehingga seluruh peserta dapat makan dengan nyaman dan cukup. Sedangkan untuk peserta Antonius satu satu berdatangan ke sekolah. Usai sarapan, peserta dikumpulkan di halaman untuk mengikuti upacara pembukaan di lapangan SMP–SMA Santo Antonius sebelum berangkat menuju Buperta Cibubur. Upacara dipimpin oleh Bruder Tri Antara SCJ selaku ketua pembina, yang menegaskan kembali pentingnya nilai compassion sebagai semangat utama kegiatan hari itu. Setelah upacara selesai, para peserta kembali ke area masing-masing untuk mengambil barang. Mereka kemudian memasukkan perlengkapan ke dalam tronton sesuai arahan panitia. Proses keberangkatan diatur berdasarkan pembagian kendaraan sehingga seluruh peserta dapat berangkat dengan tertib menuju Buperta. Setibanya di Buperta, kegiatan berlanjut dengan pendirian tenda. Para peserta bekerja sama merapikan area tidur dan menata barang-barang pribadi mereka. Setelah tenda siap, peserta mulai memasak makanan masing-masing menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan oleh panitia sebagai bagian dari kegiatan kemandirian. Menjelang sore, seluruh peserta mengikuti misa bersama sebagai waktu untuk menenangkan diri dan memperdalam makna kebersamaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi, di mana peserta diajak merenungkan kembali pengalaman sepanjang hari serta memetik nilai positif dari setiap aktivitas yang telah mereka jalani. Setelah refleksi, berlangsung dinamika kelompok yang bertujuan mempererat interaksi antarpeserta. Dalam sesi ini, setiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk saling berkenalan dan mengetahui lebih banyak tentang satu sama lain, sehingga tercipta suasana persaudaraan yang hangat. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan jurit malam. SD, SMP, dan SMA mendapatkan rute serta tantangan yang berbeda. Peserta SD menjalani perjalanan sambil berjalan dengan mata tertutup, SMP mengikuti jejak yang telah disusun panitia, sedangkan SMA diminta memecahkan sandi morse dengan penerangan lilin. Setiap jenjang mengikuti tantangan sesuai usia mereka, dengan tetap menjaga keselamatan dan nilai pembelajaran. Hari ketiga Pada Jumat, 14 November 2025, kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama. Seluruh peserta berkumpul di area yang telah disiapkan dan mengikuti gerakan pemanasan yang dipandu oleh panitia. Suasana pagi terasa segar dan penuh energi, menjadi awal yang baik untuk menjalani rangkaian kegiatan selanjutnya. Setelah senam, peserta kembali ke tenda masing-masing untuk melaksanakan MCK, memasak, dan menyiapkan sarapan. Divisi konsumsi memastikan kebutuhan bahan makanan tersedia, sementara pendamping dari setiap kelompok membantu proses memasak. Usai sarapan, seluruh peserta mengikuti apel “Pengenalan Cari Jejak”. Pada sesi ini, panitia memberikan penjelasan mengenai teknis kegiatan yang akan diikuti. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Cari Jejak”. Peserta diarahkan mengikuti rute yang telah disusun panitia. Setiap kelompok didampingi pendamping untuk memastikan keamanan. Dengan kegiatan : Sandi Kotak, Penyampaian Pesan Semaphore, Tebak Aroma, PBB dan Estafet Tali Temali/Membuat Simpul. Menjelang siang, peserta kembali ke tenda untuk melaksanakan kegiatan memasak makan siang. Divisi konsumsi kembali mendistribusikan bahan makanan, dan peserta menyiapkan hidangan mereka masing-masing Memasuki sore hari, peserta kembali melaksanakan MCK dan menyiapkan makan malam. Mereka memasak menu sederhana sesuai bahan yang diberikan panitia. Meski kegiatan tampak rutin, namun para peserta tampak menikmati prosesnya, terutama karena dilakukan bersama teman satu kelompok. Setelah makan malam, peserta diarahkan mengikuti persiapan Upacara Api Unggun. Panitia menata area upacara dan memastikan seluruh perlengkapan tersedia. Para peserta pun mulai berkumpul dan bersiap mengikuti rangkaian acara yang merupakan salah satu momen puncak dalam kegiatan perkemahan. Saat malam tiba, Upacara Api Unggun dilaksanakan dengan meriah. Divisi acara memimpin jalannya acara. Setiap jenjang sekolah tampil membawakan persembahan sesuai kreativitas masing-masing. Kegiatan malam ditutup dengan doa malam bersama. Setelah itu, para peserta diarahkan untuk beristirahat di tenda masing-masing. Panitia memastikan seluruh peserta berada di tempat istirahat dengan aman, sehingga mereka dapat tidur dengan cukup dan siap melanjutkan kegiatan keesokan harinya. Hari keempat Pada Sabtu, 15 November 2025, kegiatan dimulai sejak pagi dengan rutinitas harian peserta. Mereka melaksanakan MCK, menyiapkan masakan, dan sarapan bersama untuk memulai hari. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi untuk memohon berkat bagi penutupan kegiatan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh syukur. Serta memberikan Kesan pesan selama mengikuti Dehonian Scout Camp Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan penutupan acara. Peserta dan panitia bersama-sama menata perlengkapan, menyelaraskan rangkaian kegiatan akhir, serta memastikan segala kebutuhan upacara siap digunakan. Berikutnya, dilaksanakan Upacara Penutupan Dehonian Scout Camp yang disertai dengan sesi pemberian apresiasi bagi peserta, regu, dan individu yang menunjukkan prestasi maupun sikap terbaik selama kegiatan berlangsung. Sebagai penutup, peserta melakukan foto bersama, membongkar tenda, melaksanakan operasi semut, kemudian menikmati makan siang. Setelah segala kegiatan selesai, seluruh peserta kembali ke tempat masing-masing dengan tertib.

Berita

Hari Guru

Setiap tahun, masyarakat Indonesia punya satu momen spesial untuk memberikan apresiasi kepada para pendidik yang telah mencerdaskan bangsa. Momen itu adalah peringatan Hari Guru Nasional, yang diperingati setiap tanggal 25 November. Tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Lebih dari sekedar seremoni tahunan, peringatan Hari Guru menjadi ruang refleksi untuk mengajak seluruh ekosistem pendidikan untuk kembali meneguhkan nilai luhur profesi seorang guru. Sekolah-sekolah di seluruh Indonesia mengisi tanggal 25 November dengan beragam agenda, seperti upacara bendera, apresiasi simbolis untuk guru, dan berbagai kegiatan kreatif yang diinisiasi para siswa bersama dengan pihak sekolah. Begitu pula pada hari Selasa, tanggal 25 November 2025, menjadi sebuah momentum yang istimewa sebab seluruh Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik mulai dari SMP, SMA Santo Antonius dan Kantor Operasional Yayasan berkumpul di lapangan sekolah untuk melakukan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Upacara dipimpin oleh Bapak Stanisius Muntir, S.S., Kepala Sekolah SMP Santo Antonius dengan Petugas Upacara yang bertugas yaitu hasil kolaborasi para Pendidik dari unit SMP maupun unit SMA. Kolaborasi ini bukan hanya merupakan simbol kebersamaan, namun juga mencerminkan semangat profesionalisme guru yang terus diperkuat dalam kultur sekolah. Dalam amanatnya, Bapak Stanisius mengajak seluruh Peserta Didik, Pendidik, dan Orang Tua Siswa untuk mensyukuri penyelenggaraan Allah yang senantiasa mendampingi karya pendidikan dengan menanamkan nilai-nilai LOCORESA ~ Love, Compassion, Readines dan Sacrifice yang menjadi roh pendidikan di sekolah Santo Antonius. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan daftar siswa-siswi berprestasi yang telah mencapai tingkat kota, provinsi, nasional hingga internasional. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kerja keras siswa, bimbingan guru, serta dukungan Orang Tua mampu melahirkan berbagai pencapaian membanggakan. Kemeriahan peringatan berlanjut dengan penampilan modern dance gabungan siswa SMP dan SMA Santo Antonius serta solo vokal yang memukau. Penampilan seni ini bukan sekedar hiburan, tetapi menjadi simbol bahwa pembelajaran yang menyenangkan dan menghargai talenta adalah bagian penting dari pendidikan itu sendiri. Hari Guru menjadi momentum untuk menyampaikan penghargaan atas pengabdian para pendidik dalam membimbing, mengarahkan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa serta menegaskan kembali bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang sebuah bangsa. Guru yang kompeten dan berdedikasi menjadi kunci bagi peningkatan kualitas pendidikan. ~Salam LoCoReSa~

Berita

Kegiatan Memperingati Hari Pahlawan

Selasa, 11 November 2025 siswa siswi SMA Santo Antonius mengadakan kegiatan peringatan Hari Pahlawan. Adanya kegiatan peringatan Hari Pahlawan ini adalah untuk mengajak seluruh siswa siswi meneladani nilai-nilai kepahlawanan dan mengimplementasikannya dalam aksi nyata. Tepat pukul 07.00 siswa-siswi SMP dan SMA telah berkumpul di aula untuk mengikuti rangkaian acara yang sudah direncanakan. Acara dimulai dengan habituasi dilanjutkan dengan Kata Sambutan dari Kepala Sekolah SMA dan Ketua Acara. Setelah Kata Sambutan, ditampilkanlah Modern Dance dari Antz Star yang membuat semangat suasana di pagi hari itu. Lomba Reveal the Identity yang diikuti oleh siswa-siswi dimana para peserta diminta untuk mengungkapkan identitas tersembunyi dari seorang tokoh yang dikemas dalam konteks fiksi. Pukul 09.55 seluruh siswa siswi diperkenankan untuk beristirahat sejenak sambil mempersiapkan lomba Heroic Stage. Setelah siswa-siswi istirahat dilanjutkan dengan lomba Amazing Race. Peserta lomba Amazing Race membentuk tim-tim yang terdiri dari dua atau empat orang dan harus menyelesaikan serangkaian tantangan bervariasi yang membutuhkan ketrampilan, kecerdasan, hingga pengetahuan budaya lokal. Kemudian lomba Heroic Stage dimana peserta menampilkan karakter Pahlawan Nasional” yang mereka pilih seperti contohnya Martha Christina Tiahahu, Dewi Sartika, Sisingamangaraja dan lain-lain. Ketika hari menjelang siang, tepat pukul 12.00 seluruh siswa-siswi serta Bapak/Ibu Guru berdoa Malaikat Tuhan lalu mereka diperkenankan untuk beristirahat. Setelahnya acara dilanjutkan dengan presentasi Lens Of Humanity yang berarti Lensa Kemanusiaan dimana para peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam berbicara, menyampaikan secara harfiah perspektif kemanusiaanuntuk menganalisis atau membahas suatu topik, seperti isu-isu sosial dan lain sebagainya. Pengumuman juara-juara lomba dan Doa Penutup menjadi rangkaian akhir dari kegiatan Peringatan Hari Pahlawan.

Berita, Blog

Bulan Kerohanian, Bulan Bahasa & Hari Pangan

Bulan Oktober merupakan bulan kerohanian dimana siswa-siswi Santo Antonius mengadakan kegiatan Bulan Bahasa sekaligus Hari Pangan. Tahun ini kegiatan tersebut dilakukan secara kolaborasi antara siswa-siswi kelas IX SMP dengan seluruh siswa-siswi SMA.  Senin, tanggal 22 Oktober 2025 aula SMP dan SMA Santo Antonius menjadi tempat pelaksanaan Kegiatan Bulan Bahasa dan Hari Pangan.   Tepat pukul 07.00 siswa-siswi SMP dan SMA telah berkumpul di aula untuk mengikuti rangkaian acara yang sudah direncanakan. Acara dimulai dengan habituasi dilanjutkan dengan Kata Sambutan dari Kepala Sekolah SMA, Komite dan Ketua Acara. Setelah Kata Sambutan, acara diselingi oleh Promosi dari Universitas Budi Mulya. Lomba Lektor dan Mazmur yang diikuti oleh siswa-siswi SMP, lomba Pembuatan Holy Frame dan lomba Masak yang diikuti oleh siswa-siswi SMA. Sebelum istirahat siswa-siswi SMA yang mengikuti lomba Masak mempresentasikan hasil masakan yang telah mereka buat. Setelah siswa-siswi istirahat dilanjutkan dengan presentasi lomba Pembuatan Holy Frame dimana mereka diminta untuk menjelaskan mengenai hasil karya kerajinan tangan mereka. Penampilan band kelas X, lomba Cosplay lalu diikuti band kelas XII serta penampilan Modern Dance gabungan siswa-siswi SMP dan SMA menambah semarak acara siang itu. Door Prize, pembagian hadiah dan Doa Penutup menjadi rangkaian akhir dari kegiatan Bulan Bahasa dan Hari Pangan tahun ini.

Jl. D.I. Panjaitan Kav.46 Rawa Bunga • Jatinegara • Jakarta Timur • 13350
Copyright © SMA Santo Antonius 2025
Scroll to Top